FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANTARUJEG 2024

ANDINI, RISKE VIONITA (2025) FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANTARUJEG 2024. Skripsi thesis, Universitas Bhakti Husada Indonesia.

[img] Text
File 1_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf

Download (327kB)
[img] Text
File 2_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB) | Request a copy
[img] Text
File 3_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (281kB) | Request a copy
[img] Text
File 4_RISKE VIONITA ANDNI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (176kB) | Request a copy
[img] Text
File 5_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (269kB) | Request a copy
[img] Text
File 6_RISKE VIONITA ANDNI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (321kB) | Request a copy
[img] Text
File 7_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (142kB) | Request a copy
[img] Text
File 8_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
File 9_RISKE VIONITA ANDINI_CBR0210014 - Riske Vionita.pdf

Download (304kB)

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis, dikatakan stunting apabila mengalami pertumbuhan terhambat dan tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya. Kejadian stunting di Kabupaten Majalengka sebanyak 2.932 balita pada tahun 2024, sedangkan kejadian stunting di wilayah Kecamatan Bantarujeg sebanyak 136 balita pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bantarujeg 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki balita stunting di wilayah Kecamatan Bantarujeg 2024 dengan jumlah136 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat khususnta dengan uji chi square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar usia ibu tidak berisiko, sebagian besar ibu berpendidikan rendah, pada umumnya ibu tidak bekerja, pada umumnya akses ke fasilitas pelayanan kesehatan jauh, dan sebagian besar balita stunting dengan kategori pendek. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan usia ibu (p value = 0,001), pendidikan ibu (p value = 0,005), status pekerjaan ibu (p value = 0,026), akses ke fasilitas pelayanan kesehatan (p value = 0,009) dengan kejadian stunting pada baita usia 6-59 bulan. Kesimpulan: Usia, pendidikan, status pekerjaan ibu, dan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bantarujeg 2024. Saran: Diperlukan pemantauan tumbuh kembang anak terutama balita dan proses pencegahan stunting melalui skrining tumbuh kembang balita dan pemeriksaan kesehatan calon orang tua dengan cara skrining gizi dan skrining pranikah. Kata Kunci: Akses, Pekerjaan, Pendidikan, Stunting, Usia

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Fakultas Ilmu Kesehatan > 618 Kebidanan & Kandungan
Divisions: Ilmu Kebidanan S1
Depositing User: Admin Librarian UBHI
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:10
Last Modified: 24 Jun 2026 04:10
URI: http://eprints.univ-bhi.ac.id/id/eprint/484

Actions (login required)

View Item View Item